Pages

Sep 24, 2011

% makanan pereda GALAU

Kompas.com - Sedang merasa gundah hati alias galau? Banyak orang yang merasakan gejala-gejala kehilangan mood, sedih, atau bahkan depresi, memilih kenyamanan melalui makanan favorit seperti cokelat atau keripik. Padahal, jika Anda sungguh ingin menyingkirkan rasa galau, ada makanan lain yang mampu meningkatkan mood.
"Kita lebih suka mengasup makanan yang kita rasa enak dan bisa membuat perasaan lebih baik, padahal nyatanya itu bisa memperburuk suasana hati," kata Beth Reardon, direktur nutrisi dari Duke University.
Ia menjelaskan, makanan yang salah bisa menyebabkan reaksi psikologi yang muncul dalam gejala mudah tersinggung, perasaan ingin mengemil, serta tidak bersemangat. Di lain pihak, makanan yang tepat, seperti 5 jenis di bawah ini, akan menstabilkan gula darah, menghilangkan mood swings dan meningkatkan neurotransmiter di otak, sehingga perasaan galau tadi pergi.
Untuk itu, cobalah mengonsumsi 5 jenis makanan berikut saat mood mulai tak karuan.
1. Omelet
Makanan yang kaya akan vitamin B seperti telur dan kuning telur telah terbukti mengatasi gejala depresi berat. Vitamin B, terutama B6 dan B12 membantu meningkatkan fungsi saraf yang mengatur mood. Protein dalam telur dan daging tanpa lemak juga membantu rasa kenyang lebih lama dan menstabilkan gula darah.
2. Kacang-kacangan dan biji-bijian
Kacang-kacangan dan biji-bijian merupakan sumber magnesium, mineral alami yang berpengaruh pada produksi serotonin, zat kimia otak yang memberi perasaan bahagia. Magnesium juga meningkatkan produksi energi.
3. Ikan laut dalam
Ikan laut dalam seperti salmon, tuna, herring, atau makarel, merupakan sumber asam lemak omega-3. Alternatif lainnya adalah suplemen yang mengandung omega-3. Makanan sumber omega-3 DHA telah terbukti meningkatkan kualitas membran dan fungsi saraf di area otak abu-abu yang 20 persennya terdiri dari DHA.
Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi DHA yang cukup akan berpengaruh pada beberapa area otak yang berkaitan dengan mood. Orang-orang yang menderita depresi berat pada umumnya kekurangan area abu-abu di bagian otak tersebut.
4. Karbohidrat kompleks
Karbohidrat kompleks memerlukan waktu lama untuk dicerna sehingga tidak menyebabkan gula darah cepat meroket. Ini berarti tidak akan memicu perubahan mood. Karbohidrat kompleks juga akan meningkatkan level serotonin di otak. Sumber karbohidrat kompleks antara lain beras merah, gandum, bekatul, pasta, dan sebagainya.
5. Teh hijau
Menyeruput secangkir teh hijau bukan hanya menyegarkan tapi juga menenangkan. Hal ini karena teh hijau memiliki L-theanine, asam amino yang ditemukan pada daun teh. Riset ilmiah menunjukkan asam amino itu bisa meningkatkan fokus serta memberi efek menenangkan pada tubuh.

0 komentar:

Post a Comment